KONDISI INDONESIA PADA SAAT KEDATANGAN SYAIKH SURKATI
Kedatangan Syaikh Ahmad As-Surkati ke Indonesia terjadi dalam kondisi yang cukup kompleks, baik dari sisi agama, sosial, maupun politik. Berdasarkan penjelasan beliau, kondisi keagamaan saat itu jauh dari ideal dan dipenuhi berbagai penyimpangan.
Kondisi Keagamaan
Saat itu, masyarakat Muslim di Indonesia dilanda berbagai masalah seperti:
• Merebaknya bid’ah, khurafat, dan taklid buta
• Praktik meminta kepada kuburan dan mencari berkah di tempat-tempat tertentu
• Lemahnya pemahaman tauhid di kalangan masyarakat
Di sisi lain, pengaruh misionaris agama lain juga cukup kuat, sehingga memperparah kondisi umat Islam.
Pembagian Kelompok Kaum Muslimin
Syaikh As-Surkati membagi kondisi umat Islam saat itu menjadi tiga golongan:
1. Kelompok yang meninggalkan agama
Mereka menganggap ajaran Islam yang mereka lihat tidak sesuai, sehingga sebagian berpaling ke agama lain atau kepercayaan nenek moyang.
2. Kelompok yang tidak beragama (ateis secara batin)
Mereka tidak lagi meyakini agama, namun tidak menampakkannya secara terbuka. Bahkan sebagian meremehkan agama dan menganggapnya sebagai khurafat.
3. Kelompok awam yang taklid
Mereka mengikuti tradisi tanpa ilmu, mudah dipengaruhi, dan sulit membedakan antara kebenaran dan kesesatan.
Upaya Perbaikan dan Dakwah
Untuk menghadapi kondisi tersebut, dilakukan berbagai upaya dakwah dan pembaruan, di antaranya:
• Mendirikan organisasi seperti Al-Irsyad dan bekerja sama dengan organisasi lain seperti Muhammadiyah
• Membangun sekolah, majalah, dan kegiatan dakwah terbuka
• Menyebarkan pemahaman Islam yang murni berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah
Upaya ini berhasil mengembalikan sebagian masyarakat kepada pemahaman Islam yang benar serta menumbuhkan semangat beragama.
Kondisi Politik
Pada masa itu (sekitar awal abad ke-20), Indonesia masih berada di bawah penjajahan Belanda. Pemerintah kolonial:
• Membatasi pergerakan umat Islam, khususnya dari kalangan Arab
• Mengatur pemukiman dan aktivitas sosial masyarakat
• Menekan aktivitas keagamaan dan pendidikan Islam
Kondisi Keilmuan
Tingkat pendidikan masyarakat saat itu masih rendah:
• Banyak masyarakat yang buta huruf
• Pendidikan Islam terbatas pada pengajaran dasar seperti membaca Al-Qur’an
• Lembaga pendidikan modern masih sangat sedikit
Kondisi Ekonomi
Secara ekonomi:
• Rakyat hidup dalam tekanan akibat kebijakan penjajah
• Sistem tanam paksa merugikan petani
• Perdagangan lebih banyak dikuasai kelompok tertentu
Akibatnya, kehidupan masyarakat pribumi sangat sulit dan penuh keterbatasan.
⸻
Kesimpulan
Dakwah Syaikh Ahmad As-Surkati di Indonesia berlangsung di tengah kondisi umat yang lemah dalam aqidah, tertekan secara politik, dan tertinggal dalam pendidikan. Namun melalui dakwah, pendidikan, dan organisasi, beliau berperan besar dalam membangkitkan kembali pemahaman Islam yang benar di tengah masyarakat.
⸻
Sumber
Diadaptasi dan dirangkum dari:
Perjuangan Dakwah Syaikh Ahmad Assurkati di Indonesia
oleh Dr. Syafiq Riza Basalamah
