Profil DPW Al Irsyad
Sejarah Berdirinya DPW Al Irsyad
Pada bulan Maret tahun 1911, Syeikh Ahmad Assurkaty sebagai utusan Syarif Husein ke Jam’iyatul-Khoir. Dengan harapan memberikan pelajaran ke cabang-cabang Jam’iyatul-Khoir dari kota Batavia (Jakarta) sampai kota Solo. Dalam perjalanan Syeikh Ahmad Assurkaty ke Solo menggunakan kereta, beliau bertemu seorang pemuda yang menarik perhatiannya karena pemuda tersebut memiliki penampilan seperti orang jawa tapi pemuda tersebut membaca majalah Al-Manar dan berbicara oleh bahasa Arab, pemuda tersebut bernama Kyai Ahmad Dahlan (1912).
Pada tahun 1912, Syeikh Ahmad Assurkaty menjawab pertanyaan krusial yang dimana setelah menjawab pertanyaan tersebut membuat Syeikh Ahmad Assurkaty mulai tidak nyaman berada di Jam’iyatul-Khoir karena terus menerus mendapatkan perlakuan yang tidak mengenakkan, yang kemudian Syeikh Ahmad Assurkaty ingin pulang ke negeri asalnya dan meninggalkan Jam’iyatul-Khoir.
Pada tahun 1914, Syeikh Ahmad Assurkaty ingin meminta izin kepada Kapten Arab, tetapi ditolak dan ditawari untuk tinggal dan mengajar di Sekolah yang akan didirikannya. Kemudian Kapten Arab mengumpulkan komunitas para Pedagang Arab dan berinisiatif membangun sekolah yang kemudian mendapat dukungan oleh para komunitas pedagang Arab, yang kemudian berdirinya Sekolah Al-Irsyad pada 06 September 1914, diikuti dengan keluarnya izin berdirinya Organisasi Al-Irsyad pada tahun 1915.
Pada tahun 1942, ketika pendudukan Jepang, pihak mereka tidak suka dengan pendidikan Islam yang berakhir dengan penutupan perguruan Al-Irsyad, diikuti pada tahun berikutnya meninggalnya Syeikh Ahmad Assurkaty.
Struktur Organisasi
Ketua DPW Perhimpunan Al-Irsyad Kalimantan Selatan
Sekretaris DPW Perhimpunan Al-Irsyad Kalimantan Selatan
Ketua Majelis Pendidikan
Ketua Majelis Dakwah
Ketua Majelis Sosial
Ketua Majelis Organisasi
